Seringkali saya jumpai, anggota tim yang udah melakukan brainstorming berjam-jam, namun ternyata tak menghasilkan ide yang cukup bagus. Nah lho, di mana salahnya? Apa peserta brainstorming terlalu bego, ngga kreatif, atau bagaimana?
Brainstorming adalah salah satu tehnik untuk mencari ide, yang paling banyak dikenal dan digunakan. Namun, tak semua orang yang pernah menggunakanya betul-betul tahu cara melakukan brainstorming secara benar. Sehingga hasilnya ya seperti itu tadi… bingung, pabaliyut jeung hitut.. ngga puguh… tetep aja stuck sama ide-ide konvensional. Akhir-akhirnya di judge deh, bahwa kita ngga kreatif! Punten, mungkin yang nge-judge juga belum tahu cara ber-braintorming secara benar??? Hehe.. maaf...
Ketika kita melakukan brainstorming, maka kita secara aktif menggunakan salah satu sisi dari otak kita, menggunakan cara berfikir ‘divergen’ yang imajinatif, playful dan fun. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengistirahatkan bagian otak kita yang lain, yang berfikir dengan cara ‘konvergen’ yang analitis dan menghakimi. Kenapa? Karena keduanya takkan pernah bisa berjalan secara bersamaan!
Dalam brainstorming yang benar, ada komitmen yang harus dipenuhi:
1. “NO NEGATIVE” : Artinya, setiap anggota yang terlibat dalam brainstorming itu tak boleh berkata dan atau berfikir negative tentang ide – sebodoh apa pun – yang dilemparkan di forum. Ngga ada kata-kata mencela, mengkritik, menjatuhkan. Semua yang angkat bicara harus mencoba untuk mengembangkan ide yang dilemparkan.
2. “NO BAD IDEA”: tahukah anda, penemuan-penemuan besar di dunia ini dimulai dari ide yang kelihatanya sangat bodoh? Ingat, the most original thing on earth was ugly. Contohnya ya.. kita semua ini waktu baru lahir… original and ugly.. (coba deh tanya nyokap..;)
3. “NO RULE”: bersikap bebaslah ketika melakukanya, sebab anda tak akan dihakimi, tak boleh dibatasi, tak bisa dikekang. Dalam brainstorming yang sesungguhnya, kita bebas menjada apa dan siapapun. Inilah yang memungkinkan terlemparnya the most craziest idea ever!
Saya tahu, sulit untuk mempraktekkan hal ini, terutama karena kita sudah terbiasa dengan mengkritik, mencela, menggunjing, berfikir jelek tentang orang lain, takut salah, takut dianggap bodoh. Memang begitu kebanyakan kita dibesarkan di Indonesia ini bukan?? Coba saja lihat tayangan TV kita yang penuh dengan gossip, investigasi (yang berakar dari kecurigaan), berita-berita criminal yang semua itu menumbuh- suburkan kerangka berfikir negative.
Tapi, begitu anda terbiasa untuk melakukan brainstorming secara benar, maka ide-ide segar akan mengalir begitu lancar… Nah, selamat mencoba!
Tampilkan postingan dengan label Brainstorming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Brainstorming. Tampilkan semua postingan
Selasa, Februari 19, 2008
Rabu, November 21, 2007
Badai Otak Yuk!
Badai otak adalah istilah yang biasa saya dan teman-teman satu tim gunakan untuk berkumpul merapatkan barisan mencari ide untuk konsep iklan terbaru kami. Kadang terasa sudah berat duluan setiap mendengar, "Brainstorming time, guys!". Nah, untuk lebih membumi, kamipun menyebutnya sebagai badai otak.
Waktu badai otak biasanya juga menjadi ajang bergosip atau curhat dotcom. Namun dari ajang tersebut, malah terbetik ide-ide gila yang kemudian berkembang jadi konsep iklan. Tapi agar tidak berlebihan sehingga lupa akan tujuan semula, beberapa tahun terakhir saya menerapkan sistem mind mapping sebagai cara brainstorming. Cara ini menurut saya sangat membantu, baik untuk mencari ide iklan dan menulis artikel. Kalau Art Director biasanya memulai idenya dengan mencorat-coret gambar, Copywriter umumnya memulainya dengan kata-kata. Perlu diingat, jangan membatasi diri dengan kata-kata yang disesuaikan dengan brief di tangan. Kita harus membebaskan diri dari segala konsep.
Siapkan kertas putih besar dan spidol aneka warna, lalu mari kita bermain kata. Misalnya kata "bening". Melalui teknik mind mapping, kata "bening" bisa kita kembangkan di satu sisi menjadi "air bening", di sisi lain menjadi "mata bening". Lalu dari "air bening", kita bisa mengembangkannya lagi jadi "sumber air alami", "pegunungan", "air bersih", dan selanjutnya. Mengambil kata "pegunungan" sendiri bisa berkembang menjadi "pegunungan hijau", "reboisasi", "hutan" berkembang menjadi "hutan gundul", "hutan kayu".
Lalu dari sisi "mata bening", kita bisa kembangkan menjadi "mata anak", kata "anak" berkembang lagi menjadi "balita", "menangis", "kesepian", "tanpa dosa", "cerdas". Dan seterusnya. Kata-kata yang berkembang kemudian memang tergantung pada koleksi kata-kata Anda dan teman-teman yang terlibat dalam sesi badai otak saat itu. Percayalah, pada akhirnya Anda akan menempelkan berlembar-lembar kertas di dinding ruangan di mana badai otak berlangsung. Kalau badai otak dilangsungkan di kedai kopi, hhhmm... pintar-pintarnya Andalah menuliskan perkembangan kata-kata itu.
Bersumber dari sekian banyak kata yang berkembang itu, Anda atau salah satu teman pelaku badai otak pasti bisa terpikirkan suatu ide. Catat ide tersebut untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi suatu konsep iklan.
Mind Mapping adalah salah satu teknik badai otak yang semoga dapat membantu dan meramaikan sesi badai otak Anda. Semoga tidak membuat Anda malah terserang kram otak (meminjam istilah Iwa K). Selamat menikmati badai otak, teman-teman!
Catatan kecil:
Waktu badai otak biasanya juga menjadi ajang bergosip atau curhat dotcom. Namun dari ajang tersebut, malah terbetik ide-ide gila yang kemudian berkembang jadi konsep iklan. Tapi agar tidak berlebihan sehingga lupa akan tujuan semula, beberapa tahun terakhir saya menerapkan sistem mind mapping sebagai cara brainstorming. Cara ini menurut saya sangat membantu, baik untuk mencari ide iklan dan menulis artikel. Kalau Art Director biasanya memulai idenya dengan mencorat-coret gambar, Copywriter umumnya memulainya dengan kata-kata. Perlu diingat, jangan membatasi diri dengan kata-kata yang disesuaikan dengan brief di tangan. Kita harus membebaskan diri dari segala konsep.
Siapkan kertas putih besar dan spidol aneka warna, lalu mari kita bermain kata. Misalnya kata "bening". Melalui teknik mind mapping, kata "bening" bisa kita kembangkan di satu sisi menjadi "air bening", di sisi lain menjadi "mata bening". Lalu dari "air bening", kita bisa mengembangkannya lagi jadi "sumber air alami", "pegunungan", "air bersih", dan selanjutnya. Mengambil kata "pegunungan" sendiri bisa berkembang menjadi "pegunungan hijau", "reboisasi", "hutan" berkembang menjadi "hutan gundul", "hutan kayu".
Lalu dari sisi "mata bening", kita bisa kembangkan menjadi "mata anak", kata "anak" berkembang lagi menjadi "balita", "menangis", "kesepian", "tanpa dosa", "cerdas". Dan seterusnya. Kata-kata yang berkembang kemudian memang tergantung pada koleksi kata-kata Anda dan teman-teman yang terlibat dalam sesi badai otak saat itu. Percayalah, pada akhirnya Anda akan menempelkan berlembar-lembar kertas di dinding ruangan di mana badai otak berlangsung. Kalau badai otak dilangsungkan di kedai kopi, hhhmm... pintar-pintarnya Andalah menuliskan perkembangan kata-kata itu.
Bersumber dari sekian banyak kata yang berkembang itu, Anda atau salah satu teman pelaku badai otak pasti bisa terpikirkan suatu ide. Catat ide tersebut untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi suatu konsep iklan.
Mind Mapping adalah salah satu teknik badai otak yang semoga dapat membantu dan meramaikan sesi badai otak Anda. Semoga tidak membuat Anda malah terserang kram otak (meminjam istilah Iwa K). Selamat menikmati badai otak, teman-teman!
Catatan kecil:
- Untuk mengenal mind mapping lebih lengkap, Anda bisa membaca The Mind Map Book dan How to Mind Map. Keduanya karya Tony Buzan.
- Saya juga sering memainkan kamus Thesaurus bahasa Inggris dan mengklik situs Visual Thesaurus sebagai jumpstart pencarian kata-kata.
- Bisa juga Anda membuat sendiri koleksi kartu yang berisi satu kata (terserah bentuk katanya) di setiap satu kartu. Kartu dikocok sebagaimana kita bermain kartu remi. Ambil satu kartu, baca dan kembangkan kata-kata berikutnya berdasarkan kartu terpilih tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)