Senin, Desember 21, 2009

CHEVRON BUANG DUIT

Kalau kita perhatikan di loayar TV akhir-akhir ini, ada iklan corporate Chevron yang copywritingnya enggak banget. Alih-alih mendapat simpati, malah menimbulkan kesan sombong, serta tidak membumi. Gawat. Ini sama aja Chevron buang duit!

Sebenarnya, untuk apa sih Chevron membuat iklan itu? Buat jualan? Nggak mungkin kan? Lha wong semua hasil produksinya harus dijual ke Pertamina kok. So, satu-satunya alasan Chevron membuat iklan corporate itu adalah untuk meraih simpati masyarakat umum. Soalnya, Chevron adalah perusahaan Amrik yang rawan konflik (ingat terorisme anti Amerika?). Jadi dia harus mewujudkan image bahwa keberadaanya di Indonesia ini sangat bermanfaat untuk rakyat Indonesia, bahwa dia memberi lapangan pekerjaan pada ribuan keluarga, bahwa dia memberi energi yang terbarukan, bahwa dia bla...bla...bla...bla....

Iya sih, di iklan itu memang disebutkan dia mempekerjakan sekian ribu pegawai prbumi. Tapi, the whole tone of the commercial itu kok kesannya sombong ya? Kenapa? Karena ia selalu menggunakan kata "kami", "kami" dan "kami".... kelihatan banget Chevron ingin menonjolkan diri dan merasa penting. Apalagi ada salah satu kalimat yang arogan banget: kami adalah perusahaan energi terbesar di dunia! Weleh...weleh....ck....ck...ck... suombongnya...!!!

Terus, kalau situ terbesar, apa dong yang sudah dia sumbangkan buat masyarakat? Penyumbang BLT terbesar kah? Penyumbang 'gempa Sumatra' terbesar kah? Kok nggak kedengeran yach...?!

Seharusnya, Chevron menunjukkan wajahnya yang jauh dari kesan itu semua. Seharusnya Chevron tidak menonjolkan ke "kami" an nya. Sebab materi corporate (yang saya yakini adalah materi CSR) seharusnya menunjukkan wajah yang simpatik, rendah hati dan helpfull.

Ingat, Chevron memiliki 'musuh' para pecinta lingkungan hidup, karena memiliki lokasi di hutan lindung. Ingat, Chevron memiliki 'hutang' karena lebarnya jurang pemisah antara masyarakat setempat dengan kesejahteraan pegawai Chevron.

Saya tahu, para petugas CSR Chevron di lapangan telah berupaya keras menjembatani kesenjangan dan problematika seperti ini dengan mengadakan kegiatan yang betul-betul bermanfaat, tapi kok nggan kelihatan ya dalam iklan itu? Mana wajah Chevron yang 'caring'? Mana wajah Chevron yang sabar? Apa sudah nggak ada lagi, atau semata klesalahan sgency dan copywriternya dalam mengkomunikasikan CSR activities nya....?

Ayo deh, ditinjau ulang, supaya wajah Chevron nggak kebutu 'rusak'...?

6 komentar:

Nia Nugroho mengatakan...

kalau bukan "kami", trus apa dong mbak?

"saya?"
"kita?"
"aku?"

leilamaksum mengatakan...

Chevron hrs trima kasih niy sama Bu Nunu yg sdh kasi masukan nan strategis nan gratis !

abrar_teque mengatakan...

Mungkin itu adalah gaya khas Amerika yg cendrung arogan. Ingat slogan iklan rokok Marlboro? Number one in America, number one in the World

Anonim mengatakan...

mbak, kalo mbak mengikuti dunia advertising mbak akan tau klo itu iklan adalah iklan chevron dari pusat (aka. amerika) di semua belahan dunia iklan chevron semua sama, jd bukan masalah copywriter atau agency lokal indonesia, ya memang selama ini perusahaan multinasional bohong kalo mereka telah mempekerjakan orang lokal yang ada juga cm sebagai penerjemah (national geographic indonesia, fourfourtwo indonesia dll)

harusnya bangsa indonesia membuatnya sendiri, niru juga ga apa apa asal diserap dan dikeluarkan dalam bentuk indonesia (bukan hanya diterjemahkan doang)

maju terus indonesia!

nunu andini mengatakan...

Nia: bukan masalah penggunaan 'kami' atau 'saya', namun the whole communication nya yang terkesan sombong.

Boleh aja pake 'kami' tapi konteks kalimatnya bisa soft, seperti:
sebagai perusahaan terbesar di dunia,kami menyadari.....dst. tetap mengatakan bahwa Chevron adalah perusahaan energi terbesar bukan...? Tapi nggak terasa terlalu sombong seperti kalimat yang saat ini dipeke:
"Kami adalah perusahaan energi terbesar di dunia. Kami adalah .... dst yang lebih menonjolkan ke 'aku' anya.

Aku ngerti kalopun itu materi terjemahan (I did some actually, for different brands), tapi khan kita bisa kasih masukan ke brand owner bahwa sense masyarakat timur itu berbeda..?

Menurutku, nggak perlu ganti gambar, cukup ganti script!!

Nggak percaya?!! Coba ajaa...panggil aku! :)

brand.newday mengatakan...

iyaaa bener...pas banget iklan chevron waktu isu bbm naik dan nama pertamina turun ya ck ck