Selasa, Maret 10, 2009

KOPIKO, THE HIDDEN OPPORTUNITY


malam ini saya melihat iklan kopiko yang bertema “no 1 di dunia” di mana komunikasinya menjual ekstraksi kopi asli dengan shot biji kopi segala. Wuih, such a big effort untuk sebuah permen! Maksudnya, strategi komunikasi kopiko lebih mirip strategi coffee drink instead of coffee candy!

Saya jadi inget betapa hebohnya dulu kalau mudik, dimana-mana ketemu spanduk kopiko yang ngingetin pemudik supaya nggak ngantuk. Itu permen lho, yang heboh ngiklan.. padahal kan lebih tepat kopi ya, yang ribet seperti itu?!!

Tapi riuh rendah komunikasi kopiko perlahan tapi pasti mulai berkurang.. Sehingga sesuai dengan sifatnya yang merupakan impulse product, kopiko pun terlupakan...hingga kini tiba2 muncul lagi dengan klaim no.1 di dunia. Wow!

Dengan kekuatan brand yg sedemikian, saya heran, kenapa ya kopiko tetap dibiarkan hidup dari 1 macam produk saja: candy, yang notabene have no brand loyalty itu. Kenapa ya nggak didiversivikasikan ke produk2 yang coffee-based macam kopi instant misalnya? Atau bahkan mungkin lebih jauh lagi, kopiko bisa punya café sendiri? In bisa jadi tools buat brand experience yang hebat loh??!! Khan nomer 1 di dunia? Why not?!

Dengan klaim sekuat saat ini, sebenarnya banyak potensi brand kopiko yang belum tergali. Oleh karena itulah, saya beri judul “the hidden opportunity!”

3 komentar:

tika mengatakan...

kopi instant kopiko uda ada kok (uda dari kurang lebih 2 mingguan).... coba cek di carrefour....

http mengatakan...

Sekedar Info nih mbak.....

KOPIKO sebenarnya baru saja Launching produk barunya bernama
KOPIKO BROWN COFFEE

Kopi Instan dengan keunggulan menggunakan gula palm..

Di tempat kerja saya dia sudah memperkenalkan diri......

roy semut

Anonim mengatakan...

dear mbak Nunu,
saya penggemar Kopiko sejak jaman saya sd (atau smp kali ya, pertengahan 80-an, udah ada belum ya?), pokoknya sdh lama sekali deh. Semakin lama saya semakin senang sama permen Kopiko dan sudah berkhayal kapan ya Kopiko bikin instant coffee, soalnya rasanya enak banget sih menurut saya. Untung akhirnya 'mimpi' saya kesampaian juga.
Saya setuju dgn pendapat mbak, bhw Kopiko is a hidden opportunity untuk dikembangkan lebih lanjut. Cuman jgn sampai kayak merek jamu tertentu ya yg dulu pernah punya cafe jamu tapi sekarang tdk terdengar lagi.
Ok, thanks buat tulisannya. Have fun.

Salam.
FiWi