Rabu, Maret 26, 2008

INDAHNYA DUNIA PERIKLANAN

Meskipun ada yang mengeluh kalau dunia periklanan itu stressful, dan dunia periklanan Indonesia saat ini lagi ngga kondusif, tapi lowongan tetep aja ada tiap hari.. dan setiap kali ada lowongan, pelamar juga bejibun.. ini gejala apa?!

Adri – copywriter yang mirip Bams Samson – berkata: saya masuk dunia periklanan karena fun-nya! Yap. Fun hanyalah salah satu daya tarik dunia periklanan. Memang, bagi yang mencintai pekerjaanya, bagi yang suka berfikir gila, bagi yang suka omong ngalor-ngidul, bagi yang suka musik, suka gambar, suka puisi, suka fiksi, suka ngalamun, suka bermain imajinasi, maka periklanan menjanjikan nuansa kerja yang fun. Bayangkan, wong dalam brainstorming aja berlaku aturan “there is no rule” kok? Siapa juga yang ngga senang dibebasin mikir dan ngoceh apa saja? Ya, exploring ideas adalah saat-saat yang fun bagi insan periklanan. Begitu pula saat party ketika agency memenangi pitching besar!

“Enak ya, kamu masuk kerjanya bisa siangan? Jadi ngga kejebak macet!” begitu dulu tetangga saya pernah berkomentar. Memang, jam kerja di periklanan relative lebih fleksibel, terutama untuk tim kreatifnya. Hal ini juga merupakan daya tarik sendiri. Menjadi orang kreatif berarti bekerja tanpa batas jam, melainkan deadline. Saya juga selalu membebaskan tim kreatif untuk memilih waktu efektifnya sendiri, yang penting kerjaan kelar! (dan tentu saja bagus!). Sebab saya percaya, ada berbagai tipe orang: tipe pagi, tipe malam. Ada yang lebih ‘bening’ otaknya di waktu pagi, ada yang malah malam…

Nikmatnya kerja di dunia periklanan juga karena hasil kerja kita bisa dengan segera ‘dinikmati’ oleh public (terutama sih oleh kita dan klien). Misalnya, habis recording besoknya langsung tayang. Nah, puas deh tuh menikmati lagu iklan bikinan kita. Beda banget dengan bidang kerja lain seperti bank, misalnya. Lagipula, ada keasyikan dan kebanggaan tersendiri ketika karya kita ditayangkan.

Pernah suatu ketika, saat mendengarkan radio, anak saya (saat itu masih balita) terbengong-bengong mendengarkan radio menyiarkan seorang ibu tengah bercerita tentang kuman kepada anaknya. Itu iklan yang saya tulis untuk Lifebuoy, berdasar pengalaman pribadi saya yang tiap hari bercerita tentang seekor kuman bernama kum-kum kepadanya.
“Loh, ma?? Kok ada kum-kum sih di radio..?? Itu kan cerita mama?!”
Dia keheranan, sementara saya kegelian. Itulah kepuasan yang tak terbeli, yang salah satunya bisa diberikan oleh dunia periklanan.

Belum lagi beberapa keuntungan lain seperti standar gaji yang lumayan tinggi dibanding bidang lain, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang terkenal, bintang-bintang yang cakep, dan menikmati gaya hidup mewah (kalau kita kebetulan dapat luxurious product…), serta memiliki kesempatan untuk terus belajar dan memperluas wawasan (dengan menangani berbagai macam klien dan berbagai macam produk, maka kita akan dipaksa untuk menambah pengetahuan bukan?).

Nah, kesimpulanya, dunia periklanan itu indah, karena….

1. waktu kerjanya fleksibel
2. hasil kerjanya cepat dinikmati (nyata, cepat produksi, cepat tayang)
3. ada kebanggaan sendiri ketika on air
4. gaji gede (kata beberapa orang, seperti standar di perminyakan)
5. fun
6. bertemu dg org2 terkenal
7. gaya hidup terkini
8. keep learning

Hehe.. jadi kayak kampanyein apa… gitu!

4 komentar:

afi mengatakan...

Salam pariwara,Mba Nunu. Saya afi,alumnus arsitektur undip yang "selingkuh" dengan periklanan. Mohon pencerahan tips sukses jadi copywriter,khususnya untuk orang dengan background pendidikan non iklan, seperti saya ini.

Terimakasih...

Harian mengatakan...

Wah enak bgt jadi orang kreatif yah. mau dong mau. Tp biasanya ada suka ada duka pula. Ga enaknya ada ngga ya?

Pengalaman pertama sy buat iklan pas kerja di radio. Sebenarnya kebanyakan di desain program. Pas diminta buatin iklan, waduh-waduh bingung banget mo bgmn. Klo iklan di kertas sepertinya "lebih mudah". Nah ini pakai audio!

Saya s7 usul Afi. Ditunggu tips2nya. Terutama bagi nyukamer. Trims mbak. Karya-karya pariwara mbak Nu2 oks abis!

Gandjar mengatakan...

Ibu Nunu, terima kasih boleh ngopi artikelnya. Saya muat di blog saya http://ap304.wordpress.com/ blog materi ajar mahasiswa Desain komunikasi visual, FSRD Trisakti Jkt. Mohon izin utk. artikel lainnya juga. Trims lagi. Salam

Junianto Bara mengatakan...

udah lama sekali gak belajar periklanan..
gara gara udah lulus jadi gak ada waktu buat belajar,. yang ada kerja kerja kerja,
ada gak ya komunitas perikalanan di daerah jakarta, yang saya bisa ikut gabung..