Tampilkan postingan dengan label Mulai belajar jadi copywriter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mulai belajar jadi copywriter. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 02, 2008

MENJADI COPYWRITER: APA SYARATNYA? AND HOW??


Seorang anggota forum melemparkan pertanyaan itu.

Berikut adalah jawaban saya, sengaja saya posting di sini supaya mereka yang belum joint forum pun bisa memetik manfaatnya.

Selamat membaca!

Dear member,
semua yang kamu tanyakan itu sebenarnya ada di buku yang aku tulis: "How to become..." yang bisa di donlod di web ini. Forum ini aku dirikan sebenarnya untuk mereka yang udah baca dan ingin berkonsultasi, jadi jelas materi bahasanya.

Langkah awal utk jadi CW:
1. buat portfolio dulu. Kamu bisa belajar bagaimana caranya di buku itu, bisa improve your portfolio based on my comment di kelas ini
2. bisa dapet surat rekomendasi dgn mengikuti “ujian’ offline di hadapan panelis yg terdiri dari beberapa CD dgn mendonlod soal di web ini juga (certificate of excellent)

Materi pengajaran di kelas ini, ya buku tsb.

Menjadi CW yg baik perlu setidaknya 6 modal: 3 modal dasar dan 3 modal tambahan.

Modal dasar (ngga bisa ditawar):

- crafting/wording power/ berbakat menulis

- creativity: banyak ide. Ini bisa dipelajari dengan berbagai tehnik dan improvement. Semua ada di buku yang aku tulis itu.

- Conceptual thinking: mampu mengerti konsep/berfikir analitis (bisa dipelajari, ada di buku itu juga)

Modal tambahan:
- presentation skills
- teamwork
- attitude

Gitu deh secara ringkasnya! Tertarik? Ngga semua orang kuat menjalaninya lho? Dalam sejarah karirku, ada beberapa CW yang potensial akhirnya mental karena ‘ngga kuat’ pressure-nya!

Kamis, Juni 19, 2008

BOLEHKAH ANAK SMA BELAJAR COPYWRITING?


Awal bulan ini, saya mendapat email berikut:….

halo mbak nunu. aku mau tanya nih. aku minat banget dalam
bidang advertising, khususna d bidang copywriting. aku udah
baca blog mbak dan aku merasa kriteria buat jadi copywriter
itu bisa aku penuhi. aku juga mau ikutan forum mbak, modern
school of copywriting, tapi masalahnya, sekarang aku baru
kelas 1 SMA yang mau kenaikan ke 2 SMA. apa aku tetep boleh
join ke forum apa sebaikna jangan dulu? tolong d jawab y mbak, makasih.


Email ini sungguh membuat saya takjub, sekaligus salut! Saat itu juga langsung saya balas emailnya. Sengaja saya posting di sini, barangkali ada anak seusianya yang menyimpan pertanyaan yang sama. Semoga bermanfaat!

Hi Mieke, wah hebat kamu masih SMA tapi udah punya visi. Salut buat kamu

Orang yang sukses biasanya memang dimulai dengan CINTA terhadap apa yang dikerjakanya. Dan jika kamu sudah memiliki itu, itu modal yang sangat besar!

Begini Meike, FORUM itu aku dirikan sebagai CLASS ROOM, dan materi yang dibahas semua sudah ada di buku "How To Become a good CW" yang aku tulis. Jadi sebaiknya, kamu baca dulu buku itu, baru joint Forum untuk tanya hal-hal yang kamu belum jelas/belum bisa; untuk meminta bimbinganku dalam membuat portfolio. Nah, portofolio ini lah yang bakal menjadi 'peluru' kamu nantinya, baik sebagai CW tetap maupun freelancer. Kamu bisa mendapatkan buku ini secara GRATIS kalau joint forum selama 1 semester.

Meski kamu masih SMA, kamu berhak belajar apa pun yang kamu minati, ya kan? Apalagi pelajaran ini juga bakal menjadi potensi menambah uang saku! Kalau kamu udah pinter, walau masih sekolah/kuliah, tetep bisa jadi freelancer. Enak. Kerja dari rumah/warnet/cafe pake hotspot gratisan. Dari kerjaan ini, honornya bisa kamu pake buat beli Hape ber-WIFI buat modal kerja. Siiip khan?

Itu namanya baru CERDAS menggunakan reknologi. Ketimbang mereka yang hanya make internet buat GAME doang????! Hehehe... email ini juga aku Fwd ke anak-anakku yang seumuran kamu, biar mereka tahu ada teman sebaya yang berfikiran maju seperti kamu!

Oh ya, tahukah kamu, bahwa Stephen Spielberg - sutradara terkenal itu - juga mulai belajar tentang film di usianya yang baru 17 tahun?

Semakin dini kamu belajar, semakin cepat kamu memetik hasilnya!

Bravo Meike, aku bangga sama kamu! Keep the light on yah!

Jumat, Mei 30, 2008

MENGAPA COPYWRITER DIBAYAR MAHAL?


Sewaktu masih jadi freelancer di Surabaya, ada satu Production House yang ‘menjerit’ kalau ditawari copywriter. Apa pasal?
“Mahaaal… jangan copywriter! Penulis biasa ajaa…!”
Hihihi… jadi gitu ya? Image copywriter tuh = mahal???
Tapi… kalo difikir-fikir sih bener juga ya?

Selain sebagai copywriter, saya juga suka menulis fiksi, komik, dan puisi. Nah. Pada tahun 90 an, honor cerpen saya yang dimuat di Femina (bukan majalah sembarangan lho?) hanya Rp 130 000,-, dikirim via wesel (kunonya????). itu pun baru dimuat setelah 1 tahun saya kirim (sampai saya sendiri lupa pernah ngirim kok).
Pada saat yang sama, saya membantu teman membuat judul (hanya membuat JUDUL DOANG loh?), yang saya kerjakan selama 15 menit, saya dibayar Rp 200 000,- Haaaa???
Lihat dong, perbedaanya?!

Kenapa dong, kok harga copywriting itu mahal? Mungkin karena ini:
Penulis cerpen adalah penulis idealis yang menulis menurut kata hatinya, tanpa tekanan. Tanpa tuntutan. Cerpen adalah murni kreativitas, seenak udelnya! Nulis sampai puas.
Sementara penulis naskah iklan adalah penulis PROFESIONAL yang dibayar. Dia harus menulis sesuatu sesuai pesanan, dalam tempo waktu tertentu yang telah ditetapkan (deadline), dan tetap harus kreatif! Nah lho. Itu yang susah???
So… no wonder ya copywriter itu nahal???!!
Soalnya, dibayar untuk TAHAN STRES sih! Hihihihi…

Senin, Mei 19, 2008

ORANG SEPERTI APAKAH YANG COCOK JADI COPYWRITER?


Kalau mau enjoy sebagai copywriter, maka orang tersebut haruslah memiliki sifat dan sikap yang sesuai dengan “nature” nya pekerjaan seorang copywriter yang penuh tantangan, penuh tekanan, demanding dan tight schedule itu!

Kalau anda memiliki sifat seperti berikut ini, maka mungkin anda akan hidup bahagia selamanya sebagai copywriter…
1. Suka menulis (harus!)
2. suka membaca (lebih baik)
3. suka mengamati
4. suka berfikir (harus!)
5. kreatif/banyak ide
6. suka tantangan
7. suka menganalisa
8. suka bersosialisasi
9. memiliki kecerdasan verbal
10. bersifat terbuka
11. suka mendengarkan
12. suka bersaing
13. suka menentang arus
14. suka nakal/jahil
15. suka hal-hal yang aneh/unik
16. tahan terhadap tekanan/ ngga mudah stress
17. bisa bekerja dalam tim (bisa dipelajari)
18. bis menyatakan pendapat di depan umum (bisa dipelajari)
19. percaya diri (bisa dibangun)
20. mampu mempengaruhi orang (bisa dipelajari)

Hehehe…berani ngga loe???!!!

Kamis, Mei 15, 2008

TERLAMBATKAH SAYA BELAJAR JADI COPYWRITER ? SEASON -2


Ciiih…! Judulnya kayak film Smallville aje! Pake season-season-an. Hahaha..!

Postingan ini saya dediskasikan untuk seseorang yang saya hormati, yang menghubungi saya beberapa waktu lalu. Beliau adalah seorang mantan direktur di suatu lembaga kenegaraan (mantan pejabat neeeeh…!) Usianya sudah kepala 6 mendekati 7, seusia om saya lah… Tapi, yang membuat saya terkesima adalah… beliau masih mau belajar copywriting! Sungguh. Saya betul-betul merasa terhormat. Apalagi setelah saya lihat embel-embelnya, boooook…! Pernah mendapat piala citra untuk penulisan scenario, pernah mendapat sertifikat penulisan berbahasa Inggris, titelnya pun segambreng! Ck…ck…ck… Tabik, dah.

Ketika beliau menanyakan kepada saya, APAKAH SUDAH TERLAMBAT untuk BELAJAR JADI COPYWRITER, maka inilah jawaban saya; jawaban yang mungkin bisa bermanfaat juga buat yang lain.. yang memiliki kegundahan yang sama.

Sejujurnya ya om, pendapat pribadi saya yang suka belajar ini: tak pernah ada kata terlambat untuk belajar, itu benar. Persis seperti tulisan saya di blog: ada umur kronologis, dan ada umur biologis. Ibu saya lahir tahun 1939, namun secara biologis, staminanya jauh lebih baik dari saya. Beliau tak pernah mau memekai pembantu meski rumahnya tiga kavling luasnya. Kemauanya untuk mempelajari gadget canggih pun masih ada. Hebat. Jadi, kalau yang kita bahas adalah BELAJAR nya... ya, itu tadi, kagak ada matinye...!(istilah orang Betawi). Sebab ilmu pengetahuan TIDAK PERNAH MEMBUTUHKAN ALASAN untuk dipelajari. Setiap ilmu pengetahuan pasti ada gunanya suatu saat (coba baca postingan saya berjudul "cuek boleh... tapi...")

Kalau pertanyaanya fokus pada MENJADI COPYWRITER, itu pun ada dua kondisi:
1. copywriter yang bekerja dalam satu perusahaan/agency
2. copywriter mandiri/freelance
yang mana nih?

Kalau menilik faktor usia, agaknya sulit bagi om untuk kerja di suatu agency. Kenapa? Karena copywriter biasanya bekerja dalam tim, bersama-sama dengan art director dll. Biasanya mereka ber-brainstorming bersama, presentasi bersama, bekerja hingga larut malam bahkan sampai pagi. Shooting pun begitu, bisa ngga tidur 30 jam. Jadi, faktor usia pasti jadi pertimbangan di sini.

Kemungkinan paling besar adalah menjadi copywriter freelance, yang banyak dibutuhkan oleh agency-agency kecil. Pekerjaanya antara lain membuat company profile, web script, annual repot dll. yang KEBANYAKAN ADALAH DWI BAHASA. Jadi, kemampuan menulis dalam bahasa Inggris dengan baik juga perlu. Meskipun untuk hal ini bisa kita minta tolong penterjemah, namun translator yang memiliki basic copywriting akan lebih baik.


Begitulah jawaban saya kepada beliau.

Rabu, Mei 14, 2008

MENJADI COPYWRITER ITU TERNYATA GAMPANG!


Begitulah komentar Arie, salah satu pembeli buku saya, ketika ia membacanya. Thanks ya Rie..

Sejujurnya, mungkin buku itu merefleksikan perasaan dan fikiran saya pribadi selama 18 tahun malang melintang di dunia periklanan Indonesia ini. Mengawali karir sebagai AE, akhirnya saya menemukan ‘pelabuhan’ saya sebagai copywriter. Title yang pada saat itu tak pernah didengar orang, apalagi dimengerti. Banyak orang mengira biro iklan itu identik dengan ‘tukang bikin papan reklame’ hehe… sampai-sampai ibu saya aja ngeluh..:
“Nduk…nduk..! Sekolah susah-susah di IPB kok Cuma jadi tukang iklan…!”
Whuaaaaa….!!

Herannya, semua hal negative itu tak pernah membuat saya menyesal. Kenapa? Karena pekerjaan ini adalah GUE BANGET. Pekerjaan ini begitu menyatu dengan pribadi saya:
Saya suka nulis, suka mikir, suka ngomong, suka ketemu orang, suka lukisan, suka seni, suka jahil, suka mengamati tingkah laku manusia, suka ngeyel, suka mempengaruhi orang. Lha! Itu semua modalnya copywriter je…! Pantes saya ngga pernah jenuh menjalaninya?

Ya, memang menjadi copywriter itu gampang, dan menyenangkan. Hihi… mungkin banyak nih orang yang pernah bekerja di bawah pimpinan saya ngga setuju dengan ini, soalnya mereka sering bilang:
“Bu Nunu tuh demanding banget. Jarang-jarang saya dipuji lho…?”
Hehehehehe…. Maaf… karena kriteria BAGUS dan GAMPANG buat saya, mungkin lain ya….?
Tapi, itulah yang sejujurnya.

Selasa, Mei 13, 2008

BELAJAR JADI COPYWRITER MULAI DARI NOL


Postingan ini saya tujukan untuk menjawab pertanyaan Umbu di Shoutbox, yang ingin belajar copywriting mulai dari nol.

Yap, sebenernya, blog ini saya dirikan untuk keperluan itu, yakni mencetak sebanyak meungkin kader-kader copywriter baru di Indonesia. Mengapa? Karena saya yakin, banyak sekali talenta di luar sana yang berhak untuk menjadi copywriter! Berhak untuk mendapat pekerjaan yang layak. Sehingga, dunia periklanan Indonesia lebih kompetitif dengan adanya talenta-talenta baru yang lebih baik, lebih cerdas, lebih kinclong.
Masalahnya, cukupkah dengan belajar di blog? Jawab saya: TIDAK. Kenapa? Karena blog ini TIDAK TERSUSUN RAPI, melainkan loncat ke sana ke mari seenak udel saya ketika mau nulis apa. Maafkan, tapi begitulah saya…ngga mau terkekang. Bagi saya blog ini semacam lempar uneg-uneg. Apa yang sedang “kling” di otak, langsung ditulis.

Nah…untuk mereka yang mau belajar jadi copywriter dengan sungguh-sungguh, saya udah menyusun buku yang lumayan rapi, urut, dan mudah dimengerti untuk itu. Silahkan donload di web saya yang lain (lihat link Nunu’s web di kiri bawah). Saya juga menyediakan waktu untuk berdiskusi (bahkan mensupervisi pekerjaan anda) di forum. Silahkan log in. Di web itu saya menjadi Nunu yang serius dan dedicated (mau ngga mau). Nah.. kalau di blog ini, ya… saya mau lebih banyak curhat aja..hehehehe…ngga mau TERBEBANI dengan apa pun.

Jumat, Mei 09, 2008

BERAPA HARGA JUAL SEBUAH SCRIPT/NASKAH IKLAN?


Pertanyaan yang menggelayuti para freelance writer mungkin salah satunya adalah pertanyaan mengenai ‘rate’ atau harga pasaran sebuah script. Well…. Itu relative sih…

Penentuan harga sangat tergantung dari ‘kualitas’ copywriter itu sendiri, bukan? Masalah ‘pricing’ adalah masalah marketing… so use your sensee and knowledge.

Sekedar info: pada tahun 1999, saya yang waktu itu menjadi creative director akhirnya memutuskan untuk berhenti kerja dan menjadi freelance copywriter. Pada saat itu, saya menjual script radio saya dengan harga 1 juta/script. Kalau company profile, saya minta sampai 10 juta tergantung tingkat kesulitanya. Saya bahkan juga menjual (dan laku!) kemampuan saya untuk memandu suatu tim kreatif dalam brainstorming session. Sekali session saya meminta 1 juta. Untuk brosur dll. saya ngga begitu ingat, tapi kisaranya antara 500rb sampai 2juta.

Charging yang saya lakukan itu sebenarnya jauh lebih murah dari standart charge-nya agency. Hal ini saya lakukan karena kebanyakan klien saya adalah agency. Tapi kalau berhubungan langsung dengan klien… tentu lain lagi khan?

Tahun 2000-an, standart charging ini bisa berlipat ganda nilainya. Saya pernah memakai jasa freelancer untuk membantu pitching suatu proyek. Mereka (satu tim: copywriter & art director) menagih kita 10 juta untuk kerjaan sehari itu. Setelah saya tanya kanan kiri, eh, emang segitu pasaranya???

Kamis, Mei 08, 2008

DARI MANA KAH COPYWRITER MENDAPATKAN PENGHASILAN?


Kalo udah gawe di agency sih, jelas banget dapet gaji. Tapi di kalangan para pekerja kreatif yang udah bergaji ini pun masih ada ‘uang tambahan’ yang disebut side job, atau SJ atau SJDB. Hal yang sebenarnya ‘terlarang’ namun masih banyak dilakukan. Kenapa? Hehehe… apalagi kalo bukan “godaan rupiah?”

Tunggu dulu, kenapa juga deh masih ada klien-klien yang demen make tenaga SJ ini? Kan banyak biro iklan kecil yang ‘laper?’ Alasanya tentu: lebih murah. Klasik. Ada permintaan, ada penawaran.

Di sini lah sebenarnya peluang para ‘freelancer’ bisa berkarya. Bukan hanya ‘menjual’ dirinya ke agency, namun juga langsung ke klien. Biasanya, pekerjaan yang mereka tawarkan adalah pekerjaan yang ‘ga ada gengsi’ macem bikin laporan tahunan, company profile, web, booklet, brosur, newsletter. Ya. Pekerjaan yang biasanya bikin bete copywriter di agency. Tapi, jangan salah… uangnya gede lho?! Yang punya ‘order’ beginian malah biasanya perusahaan besar macam perminyakan, perbankan, pertambangan dll.

Baru-baru ini, ada fenomena paid blogger, yaitu penulis blog yang dibayar oleh perusahaan. Nah, di sini juga seorang copywriter bisa berperan tuh. Enak. Bisa kerja dari rumah. Cocok buat ibu rumah tangga. Paling-paling keluar bentar buat survey atau meeting.

Senin, Mei 05, 2008

ENAKNYA JADI COPYWRITER


Kerja di dunia iklan aja udah enak, tapi… menurut saya lebih enak lagi kalo jadi copywriter! Hehehe… secara ‘nulis’ adalah hobi saya.. ngerjain hobi, eh, dibayar! Mahal pula! Hahaha… opone gak uenak reeeek?!!

Kalu saya perhatikan, ada banyak sebab kenapa menjadi ‘copywriter’ itu menyenangkan… antara lain:

Copywriter itu bekerja lebih santai.

Ya iya lah… sementara para art director lagi sibuk cari photo stock, sibut touch up, supervise fotografi, dll. Para copywriter bisa ‘nangkring’ di sofa sambil baca-baca majalah… bilangnya sih cari consumer insight… tapi kan, siapa tahu..??!!! Saking santainya ulah para copywriter di kantor, pernah lho salah satu HRD trainee di Citra Lintas dulu sampai komentar: “copywriter itu ngapain sih digaji gede-gede? Kerjaanya Cuma baca majalah doang…!” Huahaaaa…. Ada benernya juga ya?

Copywriter lebih cepat maju karirnya.

Eits..! Para art director bisa marah besar nih dengan pernyataan ini. Tapi… itulah yang saya lihat. Hal ini tentunya berhubungan dengan kata “santai” di atas tadi ya. Karena copywriter notabene punya lebih banyak waktu untuk membaca, maka bagi mereka yang cukup efektif memanfaatkan waktu, maka dia bisa membaca buku-buku yang bermanfaat, melihat-lihat award winning ads, meningkatkan nilai dirinya dengan belajar. Ya ngga heran ada writer yang dalam hitungan 1 tahun aja udah bisa dipromosi jadi senior karena memang ‘growth’ nya luar biasa. So…writer, gunakan waktu luangmua dengan bijaksana!

Copywriter lebih berpeluang mendapat pujian.

Hih. Narsis ya! Haha.. ayo coba mari kita berhitung… Copywriter bisa mendapatkan pujian atau award dari hampir semua materi: print, radio, TV dll. Namun pernahkan kita mendengar nama art dir. Yang disebut ketika ada iklan radio menang? Nah!

Pernah suatu kali, Fachry Muhammad si pemilik Poliyama-Belle itu memerintahkan GM-nya untuk mencari creative director yang ‘copy-based’ saja. Alasanya? “Kalau copy based- itu, duit berapa pun bisa jadi iklan!"

Pernah juga ketika kami sedang mempresentasikan credential perusahaan kepada salah satu prospek/calon klien, dia bertanya: “Iklannya bagus-bagus, copywriternya siapa ?” Halah…! Partner saya yang kebetulan art-based tampangnya jadi gimanaaa… gitu!

Bab mengenai “The Joy and Sorrow of Being a Copywriter” ada di buku saya. Di sana tertulis pengalaman beberapa copywriter senior yang saat ini menjabat sebagai CD di beberapa agency.

Thanks!

Rabu, April 30, 2008

TERLAMBATKAH SAYA MEMASUKI DUNIA COPYWRITING?

Pertanyaan arie ini segera menginspirasi saya untuk menulis postingan hari ini. Thanks arie!

Usia.. usia.. kenapa sih itu selalu dijadikan hambatan dan alasan? Sedangkan pendiri mustika ratu saja memulai bisnis di usia 40, dan tetap memimpin perusahaanya hingga kini berusia 80.

Di dunia swasta, performa lebih menentukan dari apa pun, termasuk penampilan, usia, bahkan pendidikan. Jadi, kalau kita punya kelemahan di satu fihak, maka pompalah performa anda! Tunjukkan kualitas kerja, kualitas hasil, dan segala dogma yang mengkungkung pun akan segera sirna!

Di dunia periklanan, banyak praktisi gaek berusia ‘pasca pensiun’ masih banyak berkiprah. Kenapa? Karena performa mereka tak bisa digantikan – apalagi disalib- oleh yang masih muda. Hei! Ini dunia kreatif lho! Dunia dimana mereka yang tetap bisa berkreasi lah yang akan bertahan – no matter what…

Kalau ada yang menganggap usia kepala 3 sudah ‘terlambat’ untuk memulai sesuatu yang bary, saya speechless deh. Sebab bagi saya, ada 2 macam usia: usia kronologis dan biologis. Kronologisnya boleh 60 tahun, tapi kalau biologisnya masih 30 tahun? Performanya, ide-idenya, kreativitasnya, kesehatanya masih 30 tahun? Siapa yang tak mau bekerja dengan orang seperti ini? Plus bonus kematangan dalam berfikir, lagi!

Tentu saja, kalau kita melakukan ‘start’ nya relative lebih lambat, ya harus nge gas yang kenceng dong! Belajar lebih keras, bekerja lebih keras, berusaha lebih keras.

Hehe, kembali ke analisa SWOT deh pokoknya.

Kalau usia anda adalah your only weakness, sedangkan your strength list-nya sampai 3 lembar, masak ngga kepake? Ngga mungkiiin…

Human resourch di bidang copywriting ini masih sangat, sangat, sangat sedikit… kenapa? Karena ngga ada sekolahnya! (maksud saya, pendidikan formalnya gitu loh…).
Bahkan lulusan ITKP saja, ngga memiliki pengetahuan cukup untuk bisa ‘langsung gawe’ jadi CW kok…

Nah, apakah tulisan ini motivating enough, Rie?

Kamis, April 24, 2008

TIPS SUKSES JADI COPYWRITER

Postingan ini adalah untuk Anieq Fardah, seorang ibu rumah tangga di Jatim yang ingin menjadi CW... semoga membantu!

Bagaimana caranya, agar anda bisa sukses mencapai cita-cita menjadi seorang copywriter? Hehe.. ada ya yang bercita-cita menjadi copywriter? Apa profesi ini sudah seterkenal itu sih? Semoga aja!

Yang pertama kali dibutuhkan untuk menjadi seorang CW, ya tentunya memiliki kemampuan olah kata (wording power) yang baik. Namun lebih dari itu, seorang CW dituntut untuk memiliki juga kemampuan berfikir logis dan analitis, serta memiliki kemampuan untuk menyampaikan pendapatnya (punya kecerdasan verbal) dengan baik pula.

Weleh…!

Ya, betul. Dulu saya pernah meng-hire seorang writer yang menurut saya sudah memiliki segalanya. Namun baru sebulan, di aminta pindah jadi produser (kebetulan waktu itu kita punya departermen produser). Waktu saya tanya kenapa, dia jawab: saya stress mbak kalau disuruh presentasi…! Saya lebih suka kerja di lapangan…!

Wadaoooow..!

Nah, pagi para CW wannabe, perlu diketahui ya.. menjadi CW itu tidak hanya harus jago nulis, tapi juga jago debat (mempertahankan ide), serta jago presentasi (meyakinkan audience). Kalau anda hanya senangnya menulis saja tapi ‘males’ gaul dengan orang… sepertinya jabatan CW ngga akan memuaskan jiwa anda. Mungkin lebih baik berkarir sebagai penulis fiksi atau puisi? Itu bidang yang purely art…

Jadi CW juga berarti harus punya mental baja ketika dikritik, dikecengin (atau dikacangin ?), dan tidak mudah menyerah, patah hati, apalagi kecil hati. Ngga gampang jatuh mental. Kalau mental jatuh, harus mau cepat-cepat diambil lagi.

Bayangkan. Suatu saat saya pernah presentasi script radio ke salah satu Marketing Manager-nya Unilever dan dia berkomentar: I think this is not creative at all! Ampuun… rasanya waktu itu saya gemeeesss… banget! Tapi teguran itu saya jadikan pemacu untuk menulis lebih baik lagi. Hasilnya… sebuah spot radio yang kemudian memenangkan gold award! Huh. Puasnya bukan main. Bukan puas karena award-nya itu sendiri, tapi lebih karena perasaan puas bisa meng counter pernyataan client yang arrogant.
Jadi, siapkah kamu jadi CW? Siapkah kamu dikritik? Siapkah kamu dikepung deadline? Siapkah kamu melakukan revisi 113 kali? Siapkah kamu berfikir krearif, namun tetap logis?

Heheheh… emang enak jadi copywriter?!

Kamis, April 10, 2008

MERAIH PELUANG MENJADI COPYWRITER FREELANCE

Postingan ini menjawab pertanyaan dan permintaan Harian (nama bener ngga ni?) pada tgl. 27 Maret 2008 di shout box, yang pengen mendapat peluang agar bisa menjadi copywriter freelance.

Kebetulan, saya pernah menjadi freelance copywriter selama kurang lebih 4 bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk kerja full time (lagi). Bukan apa-apa, chemistry saya udah terlanjur jadi ‘pekerja harian’ yang tiap hari rajin melongok ke kantor and chit-chat plus hang out sama temen-temen. Jadi kalo freelancer rasanya ada yang ‘hilang’. Meski sebenarnya, menjadi freelancer memiliki banyak keuntungan: waktu bebas, hasil lumayan, kerja lebih efektif. Pengalaman saya, semasa menjadi freelancer malah menghasilkan lebih banyak dibanding gaji saya sebagai CD. Halah..! Cuma ya itu, harus rajin nagih juga… (which di bagian ini saya lemah, suka males).

OK. Kebanyakan agency yang udah settled sih ogah mempekerjakan freelancer. Kenapa? Karena mereka udah mampu membayar orang-orang berkualitas, pekerjaan udah banyak dan kontinyu, sehingga ‘the show must go on’. Apalagi, bekerja di agency adalah kerja tim, sehingga akan lebih baik kalau copywriternya bisa menjadi anggota tim yang kompak dengan art director dan account executive-nya. Freelancer tidak bisa memenuhi harapan itu (ya.. relative lebih sulit lah!). KECUALI: ada overload pekerjaan yang super duper top urgent! Maka CD akan berusaha mencari freelancer.

Nah, criteria freelancer yang dia cari biasanya:
1. udah pengalaman memegang account sejenis (kategori produk sejenis) sehingga udah ngerti ‘aura’ dan ‘bahasa’ kategori produk tsb.
2. lebih baik kalau udah ada rekomendasi dari orang yang dia kenal : anggota tim kreatif, maupun pergaulan social dia di periklanan
3. potofolio-nya meyakinkan
4. chemistry-nya masuk dgn tim dan CD-nya
5. attitude-nya udah dikenal baik, ngga bermasalah (ngga tiba-tiba ilang pas mo deadline, misalnya!)

Nah, kalo di agency kecil gimana? Kemungkinan, merekalah yang bakal lebih banyak membutuhkan tenaga freelancer. Kemungkinan, mereka belum mampu membayar pegawai tetap, atau hanya sedikit pegawai tetapnya. Sehingga ketika lagi overloaded, ya solusinya cari freelancer. Kriterianya? Kurang lebih sama, tapi mungkin ditambah satu lagi: harga!

So, pengalaman itu penting ya?

Sama pentingnya dengan memiliki relasi dan kenalan dari dunia periklanan, sama pentingnya dengan portofolio yang bagus! Halah. Lantas gimana donks buat mereka yang belum pengalaman tapi mo jadi freelancer…?

Tips saya: bikin dulu potofolio ‘jadi-jadian’. Buatlah iklan tentang sesuatu yang menarik hatimu. Iklan layanan masyarakat pun boleh… yang penting kan bisa ‘unjuk gigi’ toh..?

Tips lain: joint ke freelancer.com

Belajar tak jemu, temans !

Selasa, April 08, 2008

Becoming A Writer

by robparnell

The urge to write fiction seems God-given for some, a learned skill for others.

One thing is certain – it requires practice and a particular mindset. But, if you’re a beginner, where do you start?

The following 10 tips will help kick-start your writing habit, whether you’re a complete novice, or perhaps a pro who has lost their way!


1. Step Away From the Car, Sir

Slightly detach yourself from your surroundings. Stop participating and begin observing. In social situations, watch people, see how they act and – more importantly - interact.

Don’t pass judgment. Take it all in – and draw on it later when you write.


2. Look Harder, Homer

Stop and look around you. Consciously notice the buildings, what’s underfoot, overhead, and what’s right in front of you.

At home, look at something you take for granted. An iron, for instance. Find yours and study it.


3. Write Thinking Will Be Rewarded

A simple technique. Your mother is making tea and you are chatting to her. Take a mental step back and describe the scene.

Similarly, when you’re outside, describe your environment as though you were writing it down.


4. What Reasons Do You Need?

Don’t wait for inspiration – just write!

Force yourself to write anything at all. A shopping list. An overheard conversation. Describe your bedroom.

It doesn’t matter how personal it is, or how trivial, just get it down!


5. Wakey Wakey!

Set your alarm clock for an hour earlier than normal.

When the alarm goes off, get up. Don’t dress, bathe or eat. Don’t even make coffee. Just stagger to your writing space and write the first thing that comes into your head for five minutes.


6. Oh God – Not That!

Think of the most awful and embarrassing thing you’ve ever done - the more cringe-worthy the better. Now write about it. All of it, in all its gory, horrible detail.

Then hide it away for a year or so before you read it again!


7. Like Your Style, Baby

Don’t limit yourself. Write poems, songs, dialogue, fact, fiction, even practice writing advertising copy or horoscopes.

Your expertise improves in all areas – an improvement in one area can reap benefits in another.


8. The Sincerest Flattery

Take out a classic book from your bookcase. Copy out a paragraph. Think about the words as you write them. Don’t get intimidated!


9. Wanna See My Invention?

When you’re not writing, string together stories in your mind. Think of plots, characters, settings, dénouements.

Ask yourself what you should do next to improve your writing.

Develop this technique into a habit.


10. It’s A Goal!

When you start writing regularly, set yourself small goals. Anything from 200 words a day, or just a commitment to writing in your diary.

Later extend to finishing a short story, or an article or a poem. Perhaps one in a week.

The trick is to set goals you can achieve easily.

That way you’ll get the writing habit - and you won’t forget to enjoy it!

Senin, Maret 31, 2008

ADVERTISING DEFINITION

Definisi berikut bukan saya yang buat, entah siapa yang nulis saya ngga punya catatan. Saya ambil dari file di komputer dan posting di sini agar para pemula memahami istilah-istilah yang digunakan di dalam dunia periklanan. Semoga manfaat...

advertising idea
- The theme or concept that serves as the organizing thought for an advertisement. Ideas are used to dramatize the product-related information conveyed in advertising.


concept statement
- A verbal and/or pictorial statement of a concept (for a product or for advertising) that is prepared for presentation to potential buyers or users to get their reaction prior to its being implemented. Product concepts are followed by prototypes; advertising concepts by one of several forms of semifinished production.


concept statement, commercialized
- A term used in distinguishing two types of product concept statements. A commercialized product concept statement is prepared in an advertising format, as a persuasive statement. A noncommercialized product concept statement is prepared in neutral, nonpersuasive format.

idea generation
- That stage of the new product development cycle in which ideas are sought for new products. These ideas may be created in-house or sought from outsiders. This stage is often called concept generation rather than idea generation, because the new product is but a concept at this time. The activity of generation often follows some stated or implied strategic focus, and it precedes the concept evaluation stage.


screening of ideas
- The step just prior to research and development and systems design in the product development process. It involves use of scoring models, checklists, or personal judgments and is based on information from experience and various market research studies (including concept testing). Screening calls for judgments that predict the organization's ability to make the item and its ability to market the item successfully. It culminates in directions to guide technical personnel in their developmental efforts.

advertising campaign
- A group of advertisements, commercials, and related promotional materials and activities that are designed to be used during the same period of time as part of a coordinated advertising plan to meet the specified advertising objectives of a client.

advertisement
- Any announcement or persuasive message placed in the mass media in paid or donated time or space by an identified individual, company, or organization.


advertising
- The placement of announcements and persuasive messages in time or space purchased in any of the mass media by business firms, nonprofit organizations, government agencies, and individuals who seek to inform and/ or persuade members of a particular target market or audience about their products, services, organizations, or ideas.

promotion mix
- The various communication techniques such as advertising, personal selling, sales promotion, and public relations/product publicity available to a marketer that are combined to achieve specific goals.


advertising strategy
- A statement prepared by the advertiser (often in association with an advertising agency) setting forth the (1) competitive frame, (2) target market, and (3) message argument to be used in an advertising campaign for a specific product or service.


copy platform
- A statement prepared by the advertiser (often in association with an advertising agency) setting forth the advertising strategy, a summary of the rationale for the strategy, and related background information.

advertising objective
- A statement prepared by the advertiser (often in association with an advertising agency) to set forth specific goals to be accomplished and the time period in which they are to be accomplished. Objectives can be stated in such terms as products to be sold, the amount of trial purchases, the amount of repeat purchases, audience members reached, the frequency with which audience members are reached, and percentages of the audience made aware of the advertising or the product.

advertising claim
- A statement made in advertising about the benefits, characteristics, and/or performance of a product or service designed to persuade the customer to make a purchase.

advertising effectiveness
- An evaluation of the extent to which a specific advertisement or advertising campaign meets the objectives specified by the client. There is a wide variety of approaches to evaluation, including inquiry tests, recall tests, and market tests. The measurement approaches include recall of ads and advertising themes, attitudes toward the advertising, persuasiveness, and impact on actual sales levels.

advertising message
- The visual and/or auditory information prepared by an advertiser to inform and/or persuade an audience regarding a product, organization, or idea. It is sometimes called the creative work by advertising professionals in recognition of the talent and skill required to prepare the more effective pieces of advertising.

advertising copy
- The verbal or written component of advertising messages.

advertising agency
- An organization that provides a variety of advertising related services to clients seeking assistance in their advertising activities. A full-service advertising agency engages in the planning and administration of advertising campaigns, including setting advertising objectives, developing advertising strategies, developing and producing the advertising messages, developing and executing media plans, and coordinating related activities such as sales promotion and public relations. A limited-service advertising agency concentrates on one of the major advertising agency functions such as developing and producing advertising messages or media plans.

advertising penetration
- The percentage of the target market that remembers a significant portion of the advertising message conveyed by an advertised campaign.

awareness-trial-repeat (A-T-R)
- A paradigm consisting of three key steps by the intended user. The steps take the person or firm from a state of ignorance about a new product to the point of product adoption. Awareness (cognition) may be of the product generally, its brand, and one or more of its attributes. Trial means some form of test purchase or use, following upon favorable affect stemming from knowledge regarding the attributes. Repeat means the trial was sufficiently successful to warrant one or more repeat purchases. There are other, similar, paradigms (for example attention, interest, desire, action) but these are not new product specific and do not cover the entire product adoption process.

AIDA
- An approach to understanding how advertising and selling supposedly work. The assumption is that the consumer passes through several steps in the influence process. First, Attention must be developed, to be followed by Interest, Desire, and finally Action as called for in the message. Another, but similar, scheme was developed by Lavidge and Steiner in 1961, later to be dubbed the AIDA: Hierarchy of Effects Model by Palda in 1966. This approach involves the hierarchy of effects: awareness, knowledge, liking, preference, conviction, and finally purchase in that order. Note the similarity to the adoption process.

formula selling
- A selling approach in which the sales presentation is designed to move the customer through the stages in the decision-making process such as get the customer's attention, develop interest, build desire, and secure action (AIDA).

hierarchy of effects model
- 1. A concept related to the manner in which advertising supposedly works; it is based on the premise that advertising moves individuals systematically through a series of psychological stages such as awareness, interest, desire, conviction, and action. 2. An early model that depicted consumer purchasing as a series of stages including awareness, knowledge, liking, preference, conviction, and purchase.

low involvement hierarchy
- In the hierarchy of effects model, the order consists of acquiring information, leading to formation of positive attitudes and then to the behavioral act of purchase or trial. Under low involvement conditions, the process is reversed such that it is after purchase, if at all, that interest and attitudes emerge.

agency theory
- A theory of the firm that seeks to explain corporate activities as arising out of the natural conflicts between the principals (stockholders) and agents (managers) of a firm.

creative boutique
- A limited-service advertising agency that focuses its work on the development of highly effective (creative) advertising messages for its clients.

Rabu, Maret 26, 2008

INDAHNYA DUNIA PERIKLANAN

Meskipun ada yang mengeluh kalau dunia periklanan itu stressful, dan dunia periklanan Indonesia saat ini lagi ngga kondusif, tapi lowongan tetep aja ada tiap hari.. dan setiap kali ada lowongan, pelamar juga bejibun.. ini gejala apa?!

Adri – copywriter yang mirip Bams Samson – berkata: saya masuk dunia periklanan karena fun-nya! Yap. Fun hanyalah salah satu daya tarik dunia periklanan. Memang, bagi yang mencintai pekerjaanya, bagi yang suka berfikir gila, bagi yang suka omong ngalor-ngidul, bagi yang suka musik, suka gambar, suka puisi, suka fiksi, suka ngalamun, suka bermain imajinasi, maka periklanan menjanjikan nuansa kerja yang fun. Bayangkan, wong dalam brainstorming aja berlaku aturan “there is no rule” kok? Siapa juga yang ngga senang dibebasin mikir dan ngoceh apa saja? Ya, exploring ideas adalah saat-saat yang fun bagi insan periklanan. Begitu pula saat party ketika agency memenangi pitching besar!

“Enak ya, kamu masuk kerjanya bisa siangan? Jadi ngga kejebak macet!” begitu dulu tetangga saya pernah berkomentar. Memang, jam kerja di periklanan relative lebih fleksibel, terutama untuk tim kreatifnya. Hal ini juga merupakan daya tarik sendiri. Menjadi orang kreatif berarti bekerja tanpa batas jam, melainkan deadline. Saya juga selalu membebaskan tim kreatif untuk memilih waktu efektifnya sendiri, yang penting kerjaan kelar! (dan tentu saja bagus!). Sebab saya percaya, ada berbagai tipe orang: tipe pagi, tipe malam. Ada yang lebih ‘bening’ otaknya di waktu pagi, ada yang malah malam…

Nikmatnya kerja di dunia periklanan juga karena hasil kerja kita bisa dengan segera ‘dinikmati’ oleh public (terutama sih oleh kita dan klien). Misalnya, habis recording besoknya langsung tayang. Nah, puas deh tuh menikmati lagu iklan bikinan kita. Beda banget dengan bidang kerja lain seperti bank, misalnya. Lagipula, ada keasyikan dan kebanggaan tersendiri ketika karya kita ditayangkan.

Pernah suatu ketika, saat mendengarkan radio, anak saya (saat itu masih balita) terbengong-bengong mendengarkan radio menyiarkan seorang ibu tengah bercerita tentang kuman kepada anaknya. Itu iklan yang saya tulis untuk Lifebuoy, berdasar pengalaman pribadi saya yang tiap hari bercerita tentang seekor kuman bernama kum-kum kepadanya.
“Loh, ma?? Kok ada kum-kum sih di radio..?? Itu kan cerita mama?!”
Dia keheranan, sementara saya kegelian. Itulah kepuasan yang tak terbeli, yang salah satunya bisa diberikan oleh dunia periklanan.

Belum lagi beberapa keuntungan lain seperti standar gaji yang lumayan tinggi dibanding bidang lain, kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang terkenal, bintang-bintang yang cakep, dan menikmati gaya hidup mewah (kalau kita kebetulan dapat luxurious product…), serta memiliki kesempatan untuk terus belajar dan memperluas wawasan (dengan menangani berbagai macam klien dan berbagai macam produk, maka kita akan dipaksa untuk menambah pengetahuan bukan?).

Nah, kesimpulanya, dunia periklanan itu indah, karena….

1. waktu kerjanya fleksibel
2. hasil kerjanya cepat dinikmati (nyata, cepat produksi, cepat tayang)
3. ada kebanggaan sendiri ketika on air
4. gaji gede (kata beberapa orang, seperti standar di perminyakan)
5. fun
6. bertemu dg org2 terkenal
7. gaya hidup terkini
8. keep learning

Hehe.. jadi kayak kampanyein apa… gitu!

Selasa, Maret 11, 2008

BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN PORTOFOLIO YANG IMPRESIF?

Kemarin di milis ada pertanyaan dari seorang fresh graduate, mengenai bagaimana cara menyusun portofolio. Weleh.. entah dia lulusan mana, tapi pertanyaan ini mungkin saja mewakili pertanyaan banyak orang yang ingin mencoba menjadi seorang copywriter!

Portofolio adalah sekumpulan contoh karya ciptaan kita. Untuk calon copywriter, bisa saja berupa cerpen, puisi, atau pun iklan bikinan/ rekaan sendiri. Yang dicantumkan dalam portofolio adalah karya yang kita banggakan, dan cukup mewakili kemampuan yang kita punya. Kalau kita punya karya yang tidak begitu memuaskan, sebaiknya jangan dilampirkan dalam portofolio! Ini mungkin hanya akan membuat kita terlihat buruk.

Seorang copywriter adalah seorang komunikator sekaligus seorang salesman, jadi sudah selayaknya ia mampu menjual dirinya sendiri kepada target marketnya (yaitu perusahaan/ creative director). Dan, media jualanya ya di portofolio itu…

Oke, kini anggaplah barang yang anda ‘jual’ itu adalah anda sendiri. Tanyakan, apa sih, kelebihan anda? Atas alasan apa kiranya, suatu perusahaan mau merekrut anda? Nah, bila alasan itu sudah ketemu, itulah yang perlu anda sampaikan! Itulah yang dalam analisa brand disebut strategi atau WHAT TO SAY nya. Gampang kan?

Nah, setelah kini anda tahu apa yang mesti anda jual, maka pertanyaan berikutnya adalah pertanyaan krusial lain: bagaimana cara anda menjualnya? Bagaimana anda mampu menarik perhatian si tukang seleksi surat lamaran itu. Bagaimana anda mampu menyentuh hatinya? Dengan cara apa?

Seperti yang pernah saya jabarkan dalam artikel saya berjudul “dari manakah sumber ide?”, di situ saya jelaskan bahwa ide bisa digali dari 2 sumber, yakni: produk (dalam hal ini adalah anda), dan target audience (dalam hal ini adalah si penyeleksi surat lamaran). Sehingga, sebaiknya lah anda mengetahui dengan benar kedua sumber ide itu dengan baik. Semakin baik anda mengetahui seluk-beluk kedua sumber ide tsb., maka akan semakin ‘kaya’ lah ide anda. Selain itu, akan semakin besar lah kemungkinan anda berhasil menyampaikan apa yang ingin anda sampaikan kepada orang yang tepat.

Saya pernah menerima portofolio yang sangat unik, yakni berupa plat nomer kendaraan atas nama dan no. telp. Si pelamar. Begitu saya menerimanya, langsung saya minta bertemu. Setidaknya, anak itu telah menunjukkan ‘hidung’nya dengan cara unik…

Ya, portofolio yang impresif adalah portofolio yang unik, lain dari yang lain. Itulah salah satu ‘senjata’ agar anda memiliki kesempatan untuk diwawancara. Setelah itu…? Tergantung bagaimana anda menghadapi wawancara itu sendiri! (wah.. bisa jadi judul postingan berikut nih..?)

Semoga manfaat…

Senin, Maret 10, 2008

MENYELEKSI CALON COPYWRITER

Kebetulan awal tahun 2008 ini saya tidak lagi diberi tugas sebagai creative director, tapi ‘hanya’ menjadi advisor saja di perusahaan tempat saya bekerja. Wah, saya jadi banyak waktu untuk mengamati dan berkontemplasi (susah ya bahasanya…?). Belajar untuk menjadi orang yang lebih bijak dalam melihat hasil karya yang tengah ditayangkan agency dan mengevaluasinya untuk mendapat hasil yang lebih baik.

Tugas saya memang menjadi lebih ringan.. tapi sekarang group head saya yang pusing…;) Hari ini, dia mendatangi saya dan bertanya begini:
“Mbak, gimana sih caranya dapetin copywriter yang bagus?”
rupa-rupanya, dia yang sekarang kena ‘getah’ buat menyeleksi calon anggota baru tim kreatif.

Nah, jawaban saya atas pertanyaan ini, sengaja saya postingin di sini.. karena mungkin saja jawaban saya bisa memberikan manfaat bagi mereka yang ingin terjun menjadi seorang copywriter. Mimpung akhir-akhir ini lagi banyak lowongan nih, buat copywiter!

Dalam menyeleksi calon copywriter, tentu yang pertama-tama dilihat adalah CV dan portofolio. Surat lamaran yang unik, penyajian CV yang kreatif dan portofolio yang impresif adalah factor utama mengapa seorang applicant saya panggil untuk interview.

Aryo, salah satu copywriter di kantor, adalah salah satu contoh applicant yang memiliki semua criteria tersebut. Ia mengirim email dengan bahasa militer, CV seolah file rahasia, meski portofolionya masih biasa saja. Kekuranganya saat itu adalah… dia tinggal di Jogja! Saya jadi merasa ngga enak manggil hanya untuk wawancara… kasihan khan kalau tidak diterima?

Nah, setelah kita memutuskan untuk memanggil seseorang, biasanya yang dinilai berikutnya adalah chemistry, indikasi attitude, dan beberapa test mengenai kemampuan berfikir kreatif, pengetahuan mengenai konsep, besar passion yang ia miliki, apa motivasi kerjanya, sekuat apa mentalnya, dan seperti apa pribadinya. Hehe… banyak ya? Lalu, apakah semua itu akan kelihatan hanya dengan satu kali pertemuan/ wawancara? Bisa ya, bisa tidak…

Pernah suatu kali saya memanggil seorang applicant yang CV serta lamaranya bagus/ impresif. Sewaktu wawancara pun ia kelihatan cerdas, bersemangat, mengerti sedikit tentang konsep, lumayan kreatif, memiliki passion besar di bidang ini, kritis dan suka bertanya. Intinya, saya menyukai dia dan saya fikir ia akan cocok dengan anggota tim yang lain. Tapi, ketika saya cross chek dengan beberapa teman yang pernah mengenalnya (kebetulan dia sudah pernah bekerja dengan teman saya), saya mendapatkan rekomendasi yang kurang baik mengenai attitude-nya. Akhirnya, saya memilih untuk mencari lagi…